Touch House Rumah Canggih Masa Depan
Oleh: Gina Mardani Cahyaningtyas (13010113190077)
Sastra Indonesia, kelas C
Universitas Diponegoro
2013
Sastra Indonesia, kelas C
Universitas Diponegoro
2013
“Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka”
-Eleanor Roosevelt
Saya percaya
setiap orang di belahan dunia mana pun pasti memiliki masa depan, 1 menit yang
akan datang dapat dikatakan sebuah masa depan dari satu menit
sebelumnya. Beberapa orang membuat life
mapping untuk merumuskan masa depan mereka, misalnya setelah kuliah ingin
bekerja di mana, menikah di usia berapa, membeli rumah di kawasan mana, 5 hingga 10 tahun kemudian harus punya gadget keluaran terbaru yang pailing in, mobil termahal dan rumah termewah. Setiap orang bebas merancang kehidupan mereka, bahkan sekadar
membangun angan-angan dalam benak pun sah-sah saja.
Berbicara soal
angan-angan dan masa depan, saya
berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, ungkapan bijak All roads lead to Rome mungkin benar,
kata-kata itu juga bisa menjadi kesimpulan bahwa apa saja dapat terjadi di muka
bumi ini. Nenek moyang manusia 1000 tahun lalu pun tidak pernah menyangka bahwa
di masa depan alias zaman di mana manusia hidup saat ini akan ada gedung
pencakar langit setinggi 50 lantai─mungkin lebih, atau mesin pendingin ruangan,
sebuah metal yang mampu berjalan menandingi kecepatan chetah, air gesture television bahkan telepon
genggam transparant screen sehingga nampak seperti kaca yang
mungkin akan disusul komputer jinjing
transparant screen and keyboard. Lahirnya alat-alat canggih tersebut memungkinkan
bahwa di masa depan teknologi akan jauh lebih modern dan memudahkan manusia.
Masa depan
memang penuh angan-angan dan harapan, termasuk saya yang juga memiliki angan-angan mengenai masa
depan, imajinasi saya mengenai kemutakhiran teknologi yaitu di masa depan nanti akan ada sebuah rumah touch screen, panel-panel lantainya
adalah screen itu sendiri. Layaknya komputer yang menerima instruksi apabila brainware melakukan click atau double click,
panel alias lantai rumahnya pun demikian. Rumah tersebut adalah rumah tinggal
pada umumnya, dan memiliki sekat-sekat ruangan seperti ruang tamu, dapur, kamar tidur, namun keseluruhan ruangan kosong tanpa barang-barang, karena
barang-barangnya sendiri tersimpan di bawah lantai yang akan keluar setelah diintruksikan.
Saat anda ingin pergi memasak misalnya, dapur itu merupakan ruangan kosong, ketika anda membutuhkan kompor, anda hanya tinggal menghentakan kaki dua kali secara cepat─layaknya perintah double click─pada salah satu panel yang terletak di lantai, sebenarnya tidak hanya dengan kaki saja, dengan tangan, siku, bahkan benda-benda lain asal panel itu tersentuh, pada screen-screen tersebut tertera perintah berupa gambar, seketika setelah perintah diintruksikan papan-papan lantai akan terbuka dan kompor akan dikeluarkan dari bawah lantai tak luput dengan meja penyangganya yang sudah seperangkat dengan almari penyimpan bumbu-bumbu masak, begitu pula jika anda membutuhkan peralatan masaknya, double click perintah yang bergambar almari yang berisi peralatan masak.
Saat anda ingin pergi memasak misalnya, dapur itu merupakan ruangan kosong, ketika anda membutuhkan kompor, anda hanya tinggal menghentakan kaki dua kali secara cepat─layaknya perintah double click─pada salah satu panel yang terletak di lantai, sebenarnya tidak hanya dengan kaki saja, dengan tangan, siku, bahkan benda-benda lain asal panel itu tersentuh, pada screen-screen tersebut tertera perintah berupa gambar, seketika setelah perintah diintruksikan papan-papan lantai akan terbuka dan kompor akan dikeluarkan dari bawah lantai tak luput dengan meja penyangganya yang sudah seperangkat dengan almari penyimpan bumbu-bumbu masak, begitu pula jika anda membutuhkan peralatan masaknya, double click perintah yang bergambar almari yang berisi peralatan masak.
Mengapa saya
memilih double click sebagai
instruksi, karena khawatir bila hanya click
saja saat seseorang berjalan biasa di dalam rumah semua panel akan terinstruksi
dan semua benda seisi rumah akan keluar begitu saja, membahayakan bukan? Begitu
pula dengan sistem yang lain, kamar tidur, toilet, theater room, Karaoke room,
ruang tamu dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, rumah ini selain layaknya
rumah biasa, lantai rumah ini juga dapat digunakan untuk memainkan musik, bermain game, perekam suara, internet dengan
sumber jaringan wireless. Sehingga saat
pesta sang pemilik rumah tidak usah repot menyewa gedung. Sensorik tersebut
juga dapat dinonaktifkan saat pesta berlangsung, untuk menghindari intruksi
lain dari hentakan kaki banyak orang. sehingga sang mpu-nya rumah tetap dapat menginstruksi lewat jam tangan yang ternyata remote control.
Untuk masuk
rumah ini pun caranya tak biasa, pintunya dilengkapi dengan sistem sensor pupil
mata, pupil mata tuan rumah yang telah dikenali yang mampu membuka pintu
tersebut.
Di masa depan
rumah idaman mungkin tidak lagi rumah tingkat dengan kolam renang besar, lapangan
golf, tenis, dan bagasi luas yang mampu menampung 25 mobil dan 17 motor bisa
jadi rumah canggih nan megah ini akan ada 100 tahun mendatang.
28 September
2013

Comments
Post a Comment