Kalo Indonesia, ya Rupiah

...Aku cinta rupiah
Biar dollar di mana-mana
Aku pakai rupiah
Karena kutinggal di Indonesia...

Begitulah bunyi lirik lagu anak-anak Aku Cinta Rupiah yang dibawakan penyanyi cilik Cindy Senora. Lagu ini cukup populer di era 90-an.

Andi Wiyana, Deputi Direktur Komunikasi Bank Indonesia Divisi Relasi Media Massa sedang menyampaikan materi mengenai Bank Indonesia di Wisma Indofood, Cibodas. (14/8)

Ngomong-ngmong soal rupiah,sebulan lalu tepatnya tanggal 13-15 Agustus 2015 bertempat di Wisma Indofood, Cibodas, Bogor, kami para peserta Gensindo Journalism Camp bertemu dengan Andi Wiyana S, deputi direktur komunikasi BI divisi Relasi Media Massa. Kala itu, Pak Andi menjabarkan fungsi dan tugas Bank Indonesia, a.k.a BI kepada kami.

BI sebagai bank central Indonesia bisa diibaratkan “pabrik uang”─walaupun bukan BI yang bertugas mencetak rupiah, menurut pak Andi, BI hanya bisa membeli bahan baku kertas untuk mencetak uang, namun pengerjaannya dilakukan oleh Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). “Pabrik yang bagus harus ada after sale services,” ungkapnya.

Tugas BI antara lain, nih
1.     Memberikan pelayanan
Ini sih pasti yaa, sebagai bank central negara Republik Indonesia, BI harus memberikan pelayan terbaiknya.

2.     Menjamin keaslian uang
Nah, ini nih, salah satu kerugian yang dialami negara adalah karena beredarnya uang palsu.

3.     Menjamin kualitas uang
Kedengarannya sederhana, tapi ternyata penting. Sebagian dari kita kadang tidak peduli dengan “keadaan” uang kita. Diletakan sembarangan, ditekuk “kebangetan”, tidak sengaja kecuci dan lain sebagainya. Menurut pak Andi, menjamin kualitas uang itu sangat penting, sebab uang masih akan berlaku apabila ada 4/5 dari bagiannya. Nah kalo uang-uang banyak yang rusak, maka uang-uang tersebut tidak akan laku lagi di masyarakat. Uang-uang yang sudah tidak laku itu kemudian akan dimusnahkan. Pasti dong, untuk memusnahkan uang itu harus ada cara khusus dan anggaran yang dikeluarkan.
4.     Menjamin ketersediaan uang
Ini penting dan enggak boleh ketinggalan. BI harus bisa memastikan bahwa rupiah tersedia di seluruh wilayah NKRI yang terdiri dari ribuan pulau baik yang terluar, pulau besar, pulau kecil, maju ataupun masih tertinggal.
Tidak hanya itu, maksudnya menjamin ketersediaan uang juga adalah BI harus bisa mengontrol inflasi di Indonesia.

Nah, itu dia beberapa fungsi BI seperti yang dijabarkan pak Andi Wiyana.
Ia juga berpesan agar masyarakat Indonesia lebih cinta rupiah. Salah satunya dengan bertransaksi menggunakan rupiah saat di negeri sendiri. Sebab, transaksi nonrupiah atau transaksi dengan mata uang asing walau dilakukan di Indonesia, tetap tidak akan tercatat sebagai transaksi Indonesia. Salah satu akibatnya jika semakin sedikitnya nilai perdagangan di suatu negara yaitu jumlah investor akan berkurang. Hal ini juga bisa menyebaban inflasi ternyata.

Kalau mengaku Indonesia, yuk pakai rupiah!

Comments

Popular Posts