Dongeng Nestapa dari Negeri Entah Dimana (Mozaik 1)
Syahdan, hiduplah seorang perempuan muda bernama Dilema,
hidupnya bahagia dan menyenangkan. Begitu banyak cinta kasih dan warna
persahabatan yang memenuhi kehidupannya. Suatu hari sampailah babak kehidupan
Dilema pada bagian perjalanan menemukan seorang teman hidup.
Suatu hari, Dilema bertemu dengan seorang laki-laki bernama
Impian. Mereka bertemu suatu hari di utan saat berburu beberapa burung. Diawali
dari kejadian itu, Dilema dan Impian berteman baik. Dilema pun merasa nyaman
dengan Impian. Dilema dan Impian adalah teman sebaya namun Dilema merasa ada
sisi pemikiran Impian yang lebih matang dari remaja seusia mereka. Dari situlah
Dilema menyimpan rasa kagum kepada impian.
Di tengah-tengah pertemanan Dilema dan Impian muncullah
seorang sosok laki-laki bernama Bayang-bayang. Sejatinya, Bayang-bayang adalah
laki-laki yang usianya tak jauh beda dengan Dilema dan Impian. Menurut kabar
burung, Bayang-bayang ternyata menyimpan rasa suka kepada Dilema, hal tersebut
pun diketahui Impian. Tanpa Dilema dan Impian sadari, ternyata Bayang-bayang
adalah satu dari beberapa pemburu burung di hutan yang pernah mereka jumpai.
Bayang-bayang tak pernah berbicara apapun pada Dilema. Suatu
kala Bayang-bayang pernah dengan sengaja berbagi daun pisang dengan Dilema
ketika hujan tiba. Sejak saat itu Bayang-bayang mulai menjalin pertemanan
dengan Dilema, mereka berbicara tentang suatu topik ini dan itu. Namun satu hal
yang dirasakan Dilema, sepertinya ia juga mulai tertarik kepada Bayang-bayang,
hanya saja masih saja ada yang mengganjal dihatinya, Impian.
Hari terus berlalu, ternyata ayah dari Bayang-bayang
menginkan putranya menjadi ksatria tangguh, oleh karena itu ia mengirim
putranya itu ke negeri sebrang untuk berlatih ketangkasan pedang dan berburu. Tak
ada pamitan, tak ada satu dua patah kata yang diucapkan Bayang-bayang kepada Dilema,
begitu sebaliknya. Dilema pun akhirnya bingung, bagaimana status pertemanannya
dengan Bayang-bayang dan dirinya?
***
Impian sebenarnya sudah mengetahui rumor yang beredar bahwa
Bayang-bayang menyimpan rasa kepad Dilema. Tak ada yang tahu apa yang Impian
rasakan kepada Dilema. Apakah Impian memikirkan Dilema? Menyimpan rasa padanya?
Mengkhawatirkannya? Setidaknya itu yang pernah Dilema rasakan kepada Impian. Hanya
Sang Hyang Widi dan Semesta yang tahu sampai akhirnya waktu mengharuskan Impian
dan Diema berpisah. Bumi mereka diserang oleh sekelompok setan, setiap anak
muda ditugaskan untuk menimba ilmu ke negeri yang sudah sejahtera. Sementara orang
tua Impian dan Dilema masing-masing terus berjuang di bumi asal mereka.
Melupakan itu sakit, hal itulah yang Dilema tahu. Setelah lima
tahun pasca penyerangan sekelompok setan di buminya, Dilema sejatinya masih
memikirkan Impian dan Bayang-bayang. Ada satu hal yang pasti, ia menginkan
Impian tapi tak bisa lepas dari Bayang-bayang, sampai suatu hari Bayang-bayang
menghubunginya melalui surat yang diantar seorang utusan, hati Dilema masih tak
bisa memiih...

Comments
Post a Comment