Harus Merantau

Well, gue berjanji menulis tentang merantau. Gue merasa berutang budi sih sama temen gue yang memposting sesuatu tentang merantau. Blog itu hampir selalu gue buka kalo gue akan kembali ke Semarang. I dunno. Itu kayak obat yang selalu candu. Kalo gue galau, pasti buka blog dia. Padahal udah berkali-kali baca.

Selain itu, gue juga termotivasi untuk berbagi sama temen-temen yang juga harus merantau. Walaupun sih, merantaunya gue cuma JAkarta-Semarang. Tapi yaa, pasti ada momen galau di mana saat lu harus cium tangan kedua orang tua lu. Jujur, sampai semester 7 ini gue pun masih nangis kalo pamitan. Haha.

Let's see...

(to be continue)

Comments

Popular Posts