Hampir semua orang di muka bumi pernah patah hati, so?
Kebanyakan orang yang pernah punya perasaan cinta dan kasih sayang pasti pernah patah hati. Lantas mengapa Anda merasa menjadi orang yang paling menderita ketika patah hati?
Konteks ini tentunya luas. Bukan hanya dalam hubungan pacaran atau pernikahan. Termasuk dalam persahabatan atau pun keluarga.
Kebanyakan orang di muka bumi ini pernah patah hati. Apa buktinya? Ada banyak jutaan lagu bertema patah hati, ada banyak buku dan artikel yang juga bertema patah hati. Saya pernah bilang di tulisan sebelumnya, bahwa karya (lagu, buku, dll) merupakan representasi dari pengelaman manusia. Jadi, lagu-lagu, buku, dan artikel tentang patah hati itu juga pengalaman manusia, pengalaman para penciptanya, baik pengalaman pribadi atau kehidupan yang mereka amati.
Coba aja kita inget-inget, dari lagu aja nih, ada 1001 lirik yang mengisahkan tentang patah hati. Mulai dari udah engga sayang, bosen, tiba-tiba menghilang, orang kedua, cuma penasaran, rela dijadiin yang kedua, mau suka tapi udah saling punya, engga direstui orang tua, and many more. Too much sist. Banyak banget cerita tentang patah hati.
So, what wrong with you? Merasa “spesial” karena merasakan sakit yang amat? Saya rasa, semua orang ketika patah hati pasti menganggap sakit yang dia rasakan itu bukan main. Terlepas kita bandingkan pengalaman orang lain. Saya pun nulis kayak gini karena juga pernah ngerasain patah hati. Sakit-pake banget. Itu merusak tatanan psikologis dan logika cuy, bikin bego bahasa kasarnya mah. Dan akhirnya mempengaruhi pandangan saya sih.
Ketika kita patah hati, kita cuma mikir bahwa kita doang yang sakit, bahwa kita doang yang mau ngelupain doi. Saya rasa, pihak sana pun sama, cuma beda caranya-juga waktunya. Dan menurut saya ini fase. Siklusnya akan kita lewati. Pada akhirnya kita akan biasa aja. Bener-bener biasa aja.
Kalau baru pertama mungkin sakit. Dan jangan pernah takut sakit buat berikutnya-nanti kita engga maju-tapi buat sembuh emang butuh waktu. Dan kita bukan orang spesial yang hanya dikasih cobaan ini. So, be strong! Setiap orang setidaknya pernah melewati fase ini. Bukan sekadar membandingkan hidup kita dengan orang lain, tapi ini lebih ke parameter kualitas diri aja sih. Ya doain aja supaya yang di sana bisa lebih baik. Biar engga ada kesalahpahaman ke yang berikutnya, seperti yang terjadi antara kita dan dia.
Jadi fase setelah break up itu mungkin kita akan nemuin dua kemungkinan. Sama-sama mau memperbaiki diri bareng lagi, atau jalan masing-masing. Saya coba telaah, ketika kenangan-kenangan lama saya muncul dan hati saya sakit lagi, saya rasa itu bukan karena saya melakukan hal yang salah, saya rasa, saya cuma belum ikhlas menanggalkan mimpi dan visi-visi yang dulu kami rancang bersama. Iya cuma belum ikhlas.
Kemudian, semua akan kembali lebih baik bergantung waktu. Ini engga klise. Mungkin di antara kita akan paham kalau udah sampai tahap ini. Tetap semangat menjalani hidup, buat karya yang lebih baik :)
Reblog dari tumblr sendiri

Comments
Post a Comment