Kegelisahan Saya Akhir-akhir ini
"Pegalaman-pengalaman pribadi memberi warna pada pandangan dan sikap hidup seseorang untuk seterusnya," Soe Hok Gie
Pernyataan itu sepertinya lebih cocok jadi motto hidup ketimbang sekadar pengisi bio di medsos saya. Bagaimana tidak, ternyata saya begitu mengimani kata-kata Gie tersebut. Oke, sejauh ini saya masih yakin itu kata-kata Gie.
Bertemu dengan orang-orang baru belakangan ini menjadikan hidup saya lebih berwarna, misal ada tambahan referensi sikap di kehidupan kita. Dan tidak semua orang bisa berterima dengan karakter kita.
Satu hal yang masih saya pegang kuat, jangan pernah berubah hanya untuk diterima di lingkungan tertentu, hanya sekadar untuk itu. Tentunya dalam konteks yang baik. Jangan berubah karakter hanya karena mengikuti kemauan lingkungan. Selama kita berkeyakinan sebagai manusia baik,.
Orang lain tentu akan menilai kita dari prameter yg ia miliki. Dari parameter berdasarkan pengalaman dan pengetahuan dia. Sedangkan untuk membentuk pribadi yang seperti ini kita juga sudah melewati berbagai pengalaman yang memang membentuk kita seperti ini. Makanya, saya berterima kasih kepada Tuhan, yg mengizinkan semesta memberikan ilham kepada Soe Hok Gie. Sehingga punya keyakinan yang begitu baik.
Pengalaman-pengalaman pribadi seseorang yang membentuk diri orang itu. Belajar untuk tidak menyalahkan atau memusuhi orang lain hanya karena berbeda pandnagan. Tidak ada yang salah dengan pandangan.
Termasuk pilihan hidup saya yang tidak memilih mencium tangan orang tua selain orang tua kandung, orang tuanya orang tua (simbah simbah), atau saudara-saudara orang tua saya (pakdhe, budhe, dll) yang memang sudah saya anggap sebagai orang tua sendiri, oia dan guru-guru saya di sekolah (Mungkin nanti mertua). Bahkan guru saya pun ada yang tidak memperkenankan siswanya untuk mencium tangannya. Begitu pun saya ke dosen.
Bukan, bukan berarti saya tidak hormat. Saya merasa pengalaman yang membentuk saya seperti ini. Pelajaran yang membentuk saya seperti ini. Dan kuliah yang membentuk saya seperti ini. Tidak mencium tangan dosen bukan berarti saya tidak hormat dengan beliaubeliau. Dalam tataran ilmu pengetahuan jelas saya kalah, tapi di ranah pengetahuan itu saya belajar menghormati. Bukan manut-manut aja saat kuliah, tapi diskusi. Diskusi bukan karena membantah,tapi untuk mencari jalan keluar atas permasalahanpermasalahan yang terjadi.
Dan kita tidak berhak menyalahkan pandangan hidup orang. Atas apapun, keyakinan mereka terhadap semesta, cara berpakaian, maupun kepribadian. Jangan membuat orang lain seperti diri kita. Jangan

Comments
Post a Comment