Kanal-kanal Youtube Recommended

“Buku jendela dunia,”

itu sih dulu.
Sekarang jendela dunia udah kebuka satu lagi, yupss, YouTube!

Menonton adalah salah satu hal menyenangkan buat saya. Kalau enggak ada film yang mau ditonton, biasanya saya nonton video-video yang ada di YT.

Ada banyak kanal alias channel YouTube yang keren-keren. Belakangan, saya lagi suka nonton kanal-kanal berikut. Selain kontennya menambah wawasan, cara penyampaiannya juga asik. Jadi bisa banget membunuh bosen sambil nambah-nambah isi kepala, ini nih rekomendasi yang anak muda kudu tonton versi saya (padahal engga anak muda aja sih):

1. Kok Bisa,

Sumber gambar: dokumentasi pribadi

Yups, kanal yang satu ini pasti udah dikenal publik. Kanal ini membahas isu-isu yang sedang naik daun
plus alasannya secara ilmiah berdasarkan referensi tertentu. Pertama kali jatuh cinta sama kanal ini pas nonton video Bagaimana Bahasa Bisa Terbentuk? Terus akhirnya berlangganan deh. Isu yang dibahas pun beragam, kadang “berat” kadang ya berkaitan sama kehidupan sehari-hari, misalnya nih soal tahi lalat, soal masuk angin, dan masih banyak lagi. Pokoknya kalau mau refreshing otak tapi bikin pinter, coba aja kepoin kanal Kok Bisa.


Sumber gambar: dokumentasi pribadi


Nah, kanal yang satu ini bisa dibilang baru. Walaupun baru, konten-konten dari kanal ini langsung naik daun. Sejauh ini, baru ada tujuh video di kanal Frame and Sentences. Frame and Sentences merupakan kanal yang diasuh oleh Afu dan Wikan, orang Indonesia yang sedang merantau ke Amerika karena mbak Afu sedang melanjutkan sekolahnya. Serunya, nonton topik-topik yang disajikan di kanal Frame and Sentences membuat kita tahu sudut pandang lain, khususnya di sini mbak Afu sih yang lebih banyak mengemukakan pendapat. Salah stau hal yang membuat saya tertarik menonton kanal ini karena sajian yang mereka sajikan sejalan dengan pemikiran saya. Plus nonton kanal ini buat kita tahu kalau ternyata ada juga laki-laki sekeren mas Wikan ha-ha-ha.

Sumber gambar: dokumentasi pribadi


Nah nah nah, kalau kanal yang satu ini bener-bener bikin mata hati saya kebuka banget. Di tengah hiruk pikuk baby-baby-an sosial media yang menggemaskan (khususnya instagram sih), SBSK ini ngebuka mata kita soal baby-baby-an dari sisi lain.

Ketika ciwi-ciwi dan cowo-cowo yang mulai dewasa kemudian memimpikan pernikahan dan punya anak yang lucu-lucu, nonton kanal ini malah membuat kita bepikir ulang soal bayi yang sekadar menggemaskan.

Di kanal ini, kita bisa liat orang tua-orang tua super yang mempunyai anak-anak istimewa. Dan yang mau bikin nangis adalah... orang-orang istimewa itu punya kepercayaan diri dan positivisme diri yang baik. Nonton kanal ini juga mengingatkan kita lagi kalau Tuhan memang Maha Berkehendak :’)

Ada juga nih keluarga super dari Indoensia yang pernah dibahas di kanal ini, keluarganya Bella. Oia, gara-gara nonton SBSK jadi kagum sama Adalia Rose, serius kepribadiannya keren banget. Salut. Dan saya sebagai manusia yang dianugrahi ability layaknya manusia umum masih kurang bersyukur?
Ini salah satu kanal yang saya sarankan untuk ditonton,


Sumber gambar: dokumentasi pribadi
Kanal yang satu ini juga enggak kalah kece. Di TED, kita bisa tahu pembahasan isu tertentu dari para pakarnya, baik spesialis bidang tersebut atau orang-orang yang punya pengalaman tertentu. TED pun punya cakupan isu yang sangat luas. TED pun membahas isu-isu di dunia, enggak hanya di satu negara, di Indonesia pernah ada Ridwan Kamil, Didi Ninik Towok, dan mbah Tedjo.

Sumber gambar: dokumentasi pribadi


Soul Pancake sebenernya punya beberapa program, tapi acara yang sering saya tonton Cuma Tell My Story aja nih. Mungkin karena saya suka nonton kanal-kanal yang “berbau” self awareness jadi rekomendasikan kali ya. (self awareness apaan gin, ini mah cinta-cintaan)
                Jadi tuh awalnya penasaran sama ini acara, apaan nih kayak acara Take Me Out. Nah ditonton deh, but really deh konsepnya keren. Jadi, awalnya orang-orang tuh dihadapi dengan berbagai asumsi terkait orang di depan mereka. Mereka enggak saling tahu latar belakang masing-masing. Dan di acara itu orang diperkenankan ngejudges orang di depannya, si orang yang dinilai hanya dari sekedar asumsi nanti akan memberikan jawaban, dan nanti bergantian, makanya namanya Tell My Story. Pada akhirnya sampai pada kesimpulan, apakah orang dihadapannya sesuai asumsinya, apakah setelah mereka saling tahu dan kenal tetap bakal mau sawa lawannya itu.

Sumber gambar: dokumentasi pribadi


Hal yang bisa bikin saya istigfar selain kekezelan adalah makanan! Serius, shoot-shot gambar Kokiku TV tuh bisa banget bikin kita ngiler. Selain itu, kanal ini enggak garing karena punya banyak banget konten. Mulai dari buat makanan a la anak kos, buat makanan pakai budget ekonomis, sampai masakan yang emang bener-bener harus dimasak pakai teknik khusus. Yang terbaru nih, suka aja liat program Kata Bocah sama Gila Jajan. Waa jadi pengen jajan beneran.

7. Vlog

Nah selain kanal khusus, saya juga ikutin beberapa vlog. Vlognya Gitasav, Sacha Stevenson, dan Om Dedy, oia saya juga ikutin kanal Fourtwnty sih.
Ngikutin vlognya Gitasav karena dulu tertarik dan bercita-cita kuliah di luar negeri, ketemu dia deh. Sebelumnya juga pernah liat dia waktu nyanyi Tanah Airku feat Hamburg Angklung Orchestra gitu. Terus baru sadar pas nonton videonya beberapa kali, ini mbak-mbak kok kayak pernah liat. Awalnya dari situ sih. Saya kagum sama Gitasav, tapi bukan berarti setuju semua dengan pemikiran dan pendapatnya Gita. But, kalau kak Gita punya opini ya biasanya saya simak, entah setuju entah enggak ha-ha.
Begitu juga sama blognya Sacha Stevenson dan Daddy Corbuzier. Mereka ini dua figur publik yang berani mengemukakan pendapatnya disertai alasan logis. Saya suka sih sama cara om Dedy dan kak Sacha nyindir.
Kalau Fourtwnty tuh awalnya suka karena emang tertarik sama lagu-lagunya, dan Wak Ari sama om Nuwi ini ya punya pemikiran yang keren juga menurtku, terus dulu tuh pengen banget nonton konser Fourtwnty, tapi belom kesampean. Dan mereka bilang mau ke Semarang lagi, yaudah dari pada ketingalan cerita-cerita mereka mending berlangganan aja. Tapi tetep aja samai sekarang belum pernah nonton mereka langsung,

Comments

Popular Posts