Membangun Langit Biru

Bintang kecil
Di langit yang biru
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan menari
Jauh tinggi ke tempat kau berada

--Pak Daldjono

Unit Kilang Langit Biru Balongan (KLBB) Pertamina RU VI Balongan memproduksi bahan bakar ramah lingkungan. (Sumber gambar: Instagram/pertamina)

Terbayang, bagaimana Pak Daldjono mendapat inspirasi menuliskan bait-bait lagu di bawah langit biru malam yang kemerlap. “Bintang Kecil” masih begitu bermakna bagi kami, generasi sebelum kids jaman now. Langit biru adalah sebuah realita, bak lahan subur yang bertabur bibit cahaya. Kini, lagu tersebut mulai jarang terdengar dan didendangkan. Bukan, ini bukan hanya perkara kids jaman now sudah tidak hafal lagu anak era 90-an, pertanyaannya, masih adakah langit biru?

Biru, warna yang identik dengan keperawanan bumi. Bumi tempat segala makhluk hidup tinggal, bernapas, berkembang biak, dan melangsungkan kehidupan. Hampir semua makhluk hidup di bumi bergantung dengan undara. Udara yang bersih dari polusi.

Nyatanya, udara bersih kian hari menjadi pekerjaan rumah, khususnya di kota-kota besar. Banyak hal yang menjadi penyebab tercemarnya udara, misal pembakaran hutan, gas dari produk tertentu, dan polutan kendaraan bermotor.

Seiring berkembangnya teknologi dan semakin terbukanya ilmu pengetahuan, manusia harus senantiasa melakukan inovasi untuk memperbaiki keadaan bumi. Salah satunya di bidang energi. Secara berkelanjutan, energi adalah kebutuhan di zaman yang semakin modern. Energi harus tetap disediakan, bijak digunakan, tanpa mengurangi keseimbangan alam.

Bukan sekedar wacana, sebagai badan usaha milik negara di bidang minyak dan gas, ternyata Pertamina sudah melakukan tindakan nyata untuk turut menjaga kelangsungan bumi. Salah satunya dengan menghadirkan inovasi bahan bakar yang mendukung permorfa kendaraan dan ramah lingkungan yaitu pertalite (dengan RON 90), pertamax (92), dan pertamax turbo (98). Kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang semakin baik menjadikan Pertamina sebagai salah satu BUMN di bidang pertambangan minyak dan gas selalu berinovasi.

Tidak harus dari sebuah lembaga besar. Membangun langit biru sebenarnya bisa dimulai dari diri sendiri. Kita bisa melakukannya dengan memperbaiki gaya hidup. Meminimalisir penggunaan zat-zat yang mampu mencemari udara adalah salah satunya, misalnya dari penggunaan bahan bakar.
Konsisten menggunakan bahan bakar dengan jumlah timbal minim bisa menjadi langkah sederhana. Selain itu, penggunaan bahan bakar dengan nomor oktan di atas 90 mampu menjaga kondisi mesin karena disesuaikan dengan mesin kompresi mesin kendaraan tersebut.

Tidak hanya dari individu, Pertamina sebagai perusahaan gas dan minyak milik negara juga melakukan turn around Kilang Langit Biru Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Turn Around merupakan upaya perawatan yang dilakukan terhadap unit tertentu sebagai bentuk konsistensi dalam menghadirkan bahan bakar yang ramah lingkungan. Dilansir dari pertamina.com, Kilang Langit Biru Balongan terdiri dari unit Naptha Hydroteater, Platformer, dan Penex. Unit ini disebut sebagai salah satu terobosan Pertamina dalam mendukung upaya pemerintah menghilangkan kandungan timbal pada bensin.

Upaya besar yang dilakukan berbagai pihak harus diiringi dengan partisipasi individu yang signifikan. Hal-hal sederhana untuk meningkatkan kualitas udara harus dimulai dengan kesadaran dan keinginan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Peran dari generasi ke generasi sangat diyakini untuk menjaga kelangsungan bumi. Saya sebagai generasi muda tentu ikut bertanggung jawab Sebagai generasi muda, selayaknya kita memelopori gaya hidup yang modern tanpa harus merusak lingkungan.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan generasi muda dalam memelopori kualitas udara yang lebih baik adalah dengan cara berkampanye. Cara kampanye yang paling sederhana adalah dengan media sosial, melalui tulisan di blog, maupun kampanye langsung melalui tingkah laku, menjadi contoh bagi masyarakat dari gaya hidup yang kita lakukan.

Kita harus menjadi salah satu generasi langit biru yang memastikan lagu bintang kecil benar dinyanyikan di bawah langit biru. Menjadikan bintang kecil terus menghias angkasa.

Comments

Popular Posts