Sepucuk Harapan di Bulan Delapan Tahun Depan
Indonesia merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia debar jantungku,denyut nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar pelangi jingga...
-Gombloh
![]() |
| Maskot Asian Games 2018 Sumber gambar: asiangames2018.id |
Nusantara, 3 Desember
2017
Salam hormat, Ibu...
18.8.2018 tinggal menghitung
bulan. Waktu semakin mendekat, api siap disulut pada obor-obor semangat.
Ibu, apa kabar? Bukan maksud kami
basa-basi sebagaimana pembukaan surat terdengar. Kami berharap keadaan ibu lebih
baik, lebih-lebih menjelang hajatan akbar, Asian Games XVII.
Waktu terus melaju, Bu. Tanpa kompromi,
tanpa aba-aba terlebih dulu. Pesta di
rumah kita akan segera digelar, umbul-umbul akan dipasang berjejeran bak layar,
warna kesukaanmu Bu, merah dan putih akan banyak ditebar nan membuat hati
bergetar.
Tentu kita harus jadi tuan rumah
yang baik ‘kan?
Ah iya, katamu, menjadi tuan
rumah yang baik bukan cuma soal menyajikan suguhan,
tapi juga ramah dalam memperlakukan. Jadilah
tuan rumah yang istimewa. Istimewa bagi kita bukan hanya memperlakukan tamu-tamu
dengan arif dan bijaksana. Istimewa bagi kita adalah bagaimana tak lupa memperlakukan
diri sendiri secara arif dan
bijaksana pula.
Menjelang pesta olahraga akbar ini Bu, semua hal kita upayakan untuk menghadiahkan ibu suatu
kehormatan.
18.8.2018 tinggal dihadapan. Makin
hari, anak-anakmu basah bermandikan usaha dan doa harapan. Ibu, kami rindu
sebuah buaian, ditimang dalam persatuan, “Indonesia!”
Kami teriakan.
Berbeda tanah kelahiran bukan
halangan, pun tak apa jika tak sama soal keyikanan, kami tetap kokoh dalam
rahimmu yang menyatukan.
Sudah banyak puisi, syair, dan lagu-lagu menceritakan kita sebagai bangsa yang satu. Nasionalisme berpadu membela namamu Bu, tumpah darah digelorakan demi sebuah harapan: Indonesia menjadi yang terdepan.
Tak ingin ada cela kami perlihatkan, hanya bakti padamu Bu, kami persembahkan.
18.8.2018 peserta Asian Games
siap disambut, gelar juara siap direbut.
Kebanggaan kami menjadi
Indonesia, kebyar-kebyar pelangi
jingga...
Bekerja sama dengan semesta
membangkitkan energi untuk asia.
Hormat kami padamu ibu,
Bhin-bhin, Atung, dan Kaka
(yang berbeda namun satu jua)


Comments
Post a Comment