Is All About Skripsi

Sumpah ya, dulu saya bertanya-tanya, "Ini kenapa dah orang-orang menjelang sidang pada panik? Kenapa dah orang abis sidang pada nangis?"

Dan sekarang saya tahu rasanya, sedikit...

skyrpsiw


Enggak tenang. Sumpah. Skripsi di-acc, tapi dosen pembimbing 1 belum benar-benar bulat melepaskan saya. Belum lagi, saya agak enggak nyambung atau lebih tepatnya enggak bisa meyakinkan dosbing 1. Ditambah, teman yang se-dosbing 1 dan wisuda duluan bilang, "jangan berharap dosbing bakal nolong lu pas sidang, itu mitoss".

Jleb!

Pasarah ae pasrah.

Tapi...
Bukan saya namanya, kalau menyerah sebelum berperang. U kno? yang bikin saya makin degdeg nyes adalah... di pengumuman ruang jurusan tertera pendaftaran paling lambat buat periode wisuda April adalah 15 Maret. Saat itu, saya pikir, kalau saya enggak keburu sidang di bulan ini, maka saya harus menunggu sampai pembukaan sidang berikutya. "Yakali dah. lama amat," gitu mikrinya

Taunya...

Kagak!

Sidang bisa kapan aja, tapi emang wisuda mungkin enggak bisa periode ini. Dan saya menyesal kemarin sudah daftar buru-buru. Saya nyesal, setelah cek skripsi saya, ada yang miring, ada penulisan halaman yang salah, satu lembar, di awal bab terakhir. Ah saya kepikiran. Dan bertekat memprint ulang skripsi 210 halaman itu plus soft cover ulang.

Saya nangis sih. Lebih-lebih, ada satu skripsi yang ketinggalan bab 1-nya. Saya harus jilid ulang. Tapi setelah cukup tenang, saya berpikir saya harus memperbaiki semuanya sekalian saja. Saya tahu itu buang-buang uang, tapi saya enggak srek sama printnan pertama. Saat ini, sambil nunggu jadwal sidang, saya punya banyak waktu buat baca ulang skripsi yang udah jadi itu.

Enggak,
Saya enggak akan ubah banyak, setidaknya secara tekstual. Tanda baca. Apalagi anak bahasa. U kno? Menerima ekspektasi tinggi dari dosbing itu berat. Pake banget-nget-nget, ya Allah.
Udah dua hari ini saya nangis, pertama karena engga punya uang ha-ha-ha. Serius, ludes gegara ngeprint skripsi. Tapi saya lebih nangis kalo belum berusaha maksimal, nanti pasti ada gantinya. Saya harus kerja keras setelah ini, ibaratanya ini hutang saya kepada orang tua..

Nyaris buntet kepala ini
menyadari betapa bodoh dan cerobohnya saya. Enggak kalem kemaren-kemaren tuh.
Sekarang saya harus memperbaiki mood setelah telak mingkem ditodong pertanyaan dosbing 1 dan jawabannya "au au au"...

Saya yang awalnya yakin sama skripsi ini jadi gagap
Enggak yakin dan merasa "skripsi apaan nih"
But, it's okay...
Telen ae telen

Kalau sudah lakukan yang terbaik, lantas hasilnya diserahkan pada semesta tho?
Ya sekarang saya sedang berusaha memperbaiki mood dan kepercayaan diri yang ludes kemarin sama dosbing 1. Saya sih enggak nangis pas bimbingan, tapi pas merenungi itu semua, setelah difotokopian 3 jam dan pendaftaran keburu ditutup, malamnya ditelepon ortu, akhirnya saya nangis malam itu juga.

Yaudahlah ya
Saya sih yakinnya yang kayak gini bukan saya doang, terus kenapa saya harus enggak kuat? Woles, kalem, mikir dengan tenang.

Skripsi, please be good to me

Comments

Popular Posts