Mimpi-mimpi Sederhana yang Harus Diwujudkan
Ketika melewati momen pergantian waktu, manusia seolah hidup kembali.
"Hidup kembali"
karena suatu gairah untuk mendapatkan sesuatu.
Sebuah cita-cita.
Sebuah goal.
Biar mudah, biasanya konsep itu kita sebut "resolusi".
![]() |
| source: pexels photo |
Misalnya, tahun baru atau hari ulang tahun..Kenapa di momen "pergantian waktu"?
Sebab, peristiwa tersebut dianggap penting
Kenapa dianggap penting?
Sebab manusia pada saat-saat itu seolah diberi kesempatan lagi
Berarti adanya harapan lagi
Adanya harapan identik dengan kemungkinan akan adanya kebahagian
Pergantian tahun 2018 lalu, saya sedikit berbincang dengan sejumlah teman, "Apa tahun ini kalian punya resolusi?"
Rata-rata menjawab, "enggak. Biasa aja."
Atau, "enggak, jalani aja."
Begitu juga saya
Setelah resolusi 2017 yang saya dambakan tidak terwujud (Re: lulus kuliah), saya jadi "malas" berosulusi lagi. Namun.... resolusi saya yang muncul "belakangan" malah terwujud, tahun 2017, saya diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di salah satu belahan bumi pertiwi lain: Lombok!
Kadang begitulah hidup. Suatu yang kita rencanakan nyatanya tidak bisa hadir sekehendak diri.
Bohong sih kalau dibilang saat itu saya tidak punya resolusi. Soalnya ya.. mimpi mengunjungi Indonesia tetap saya rajut. Saat itu, mungkin terdengar norak, saya berniat tahun 2017 harus naik pesawat dan keluar pulau lagi. Setelah 2015 saya memulai penerbangan pertama (Iya saya baru pertama kali naik pesawat 3 tahun lalu) ke luar pulau Jawa: Sumatra Utara, saya berjanji untuk tidak berhenti bermimpi menjelajahi Indonesia.
2018 terlihat abu-abu. Saya enggak tahu tahun ini bisa ke mana. Yang jelas, saya tatap ingin mengunjungi daerah-daerah di Indonesia lagi. Saya tidak berekspektasi muluk (entah saya takut atau saya realistis?), tetapi saya tidak juga sekedar mimpi.
Selain mengunjungi suatu daerah, saya juga punya target-target kecil yang setidaknya ingin saya coba lakukan ke diri sendiri untuk menjadi manusia yang sedikit bijak.
Perubahan kecil itu misalnya,
Tidak makan dan minum sambil jalan atau berdiri
Makan dan minum selalu menggunakan tangan kanan, sambil duduk-paling tidak jongkok
Tidak memakai lajur kanan di eskalator atau tangga umum jika tidak buru-buru
Mengucapkan terima kasih jika dibantu dan permisi ke orang
Mengurangi reflek kata-kata emotif yang kasar, misal "anjirrrr!" dan "taikk" atau "bang...ke" juga "begoo"
olahraga sederhana setiap hari, misal rutin sit up
Setiap hari harus ada yang dibaca, baik buku/berita/cerpen beberapa waktu dalam sehari
Dan... kayaknya itu dulu sih
Saya juga punya mimpi-mimpi sederhana yang menjadi salah satu alasan ingin mengunjungi daerah,
Misal, makan mie aceh atau minum kopi kebalik langsung di Aceh. Makan pempek langsung di Palembang, lihat Raflesia langsung di Bengkulu, beli batik langsung di Pekalongan, liat rambu solok di Toraja, makan buah merah di Papua.
Dan masih banyak lagiiii
Oh ya, saya ingat petuah yang bilang gini "manusia akan tetap hidup selama ia tidak kehilangan harapan"
harapan adalah bagian dari cita-cita
jadi, mari kita wujudkan cita-cita


Comments
Post a Comment