Hidup
Baru saja saya menuliskan tentang harapan. Tapi rasa-rasanya saya malah tidak memiliki harapan itu sendiri.
Pernahkah kamu ada di titik "Sepertinya dunia tanpa saya akan baik-baik saja. lantas apa gunanya saya hidup?"
Saya pernah.
Pikiran itu muncul ketika sakit ringan-yang hanya membuat saya tidak bisa beranjak dari tempat tidur.
Setelah lulus kuliah, saya bertany-tanya, "apa sebenarnya tujuam hidup saya?"
Apakah masih ada?
Jika dibilang menjadi seorang jurnalis humaniora dan menjelajahi dunia bisa dibilang sebagai tujuan hidup, berarti saya masih punya itu semua. Tapi bagaimana menjadi seorang jurnalis humaniora dan penjelajah dunia itulah yang saya tidak tahu caranya, saat ini.
Saya tidak mampu memetakan jalan apa yang harus saya lewati.
Saya benar-benar gamang tanpa tujuan
Bahkan, hari itu, ketika ditanya siapa yang mempunyai tujuan hidup, saya tidak akangkat tanga. Seketika saya mengamati sekeliling saya, ada sejumlah orang juga yang tidak mengangkat tangannya, saya memandang miris kepada orang tersebut, timbul di kepala saya "mengapa sampai orang itu tidak punya tujuan hidup?"
pertanyaan bodoh yang seharusnya saya tanyakan kepada diri sendiri.
Tapi, ada juga orang yang punya tujuan hidup namun tetap menghentikan hidupnya. Ia merasa bahwa tujuan hidupnya sudah tercapai, jadi sudah tidak ada gunanya lagi dia hidup.
Saya tahu, mungkin tujuan hidup saya adalah "mencari apa tujuan hidup saya", atau selama ini saya terlalu duniawi, sehingga lupa bahwa tujuan hidup adalah mencari ridha Tuhan.
Sepertinya ide mencari "berkah ilahi" itu menarik.
![]() |
| pixbay.com |
Pernahkah kamu ada di titik "Sepertinya dunia tanpa saya akan baik-baik saja. lantas apa gunanya saya hidup?"
Saya pernah.
Pikiran itu muncul ketika sakit ringan-yang hanya membuat saya tidak bisa beranjak dari tempat tidur.
Setelah lulus kuliah, saya bertany-tanya, "apa sebenarnya tujuam hidup saya?"
Apakah masih ada?
Jika dibilang menjadi seorang jurnalis humaniora dan menjelajahi dunia bisa dibilang sebagai tujuan hidup, berarti saya masih punya itu semua. Tapi bagaimana menjadi seorang jurnalis humaniora dan penjelajah dunia itulah yang saya tidak tahu caranya, saat ini.
Saya tidak mampu memetakan jalan apa yang harus saya lewati.
Saya benar-benar gamang tanpa tujuan
Bahkan, hari itu, ketika ditanya siapa yang mempunyai tujuan hidup, saya tidak akangkat tanga. Seketika saya mengamati sekeliling saya, ada sejumlah orang juga yang tidak mengangkat tangannya, saya memandang miris kepada orang tersebut, timbul di kepala saya "mengapa sampai orang itu tidak punya tujuan hidup?"
pertanyaan bodoh yang seharusnya saya tanyakan kepada diri sendiri.
Tapi, ada juga orang yang punya tujuan hidup namun tetap menghentikan hidupnya. Ia merasa bahwa tujuan hidupnya sudah tercapai, jadi sudah tidak ada gunanya lagi dia hidup.
Saya tahu, mungkin tujuan hidup saya adalah "mencari apa tujuan hidup saya", atau selama ini saya terlalu duniawi, sehingga lupa bahwa tujuan hidup adalah mencari ridha Tuhan.
Sepertinya ide mencari "berkah ilahi" itu menarik.


Comments
Post a Comment