Saya Ikhlas, Kawan
![]() |
| Kaget saya, lagi chat tiba-tiba dikirim live kata-kata semangat. Terima kasih ya |
Ya Tuhan!
Seruan itu yang saya hanya ingin ucapkan berkali-kali. Berulang-ulang. Sampai detik ini.
Saya belum punya waktu sendiri untuk merenungkan semuanya, masih ada sisa-sisa keganjelan di hati. Yang ingin segera dilampiaskan. Yang ingin segera disampaikan.
Saya menulis ini, tiba-tiba, karena saya rasa, saya akan terus bergulat dengan isi kepala sendiri.
Keadaan mood yang begitu goyah, salam dan semangat kekuatan dari orang-orang, semakin mengingatkan saya bahwa saya terlalu egois, terlalu jahat karena memikirkan diri sendiri.
Bahkan saat ini, saya tidak bisa benar-benar fokus pada pekerjaan. Saya seolah berpura-pura tegar, padahal setiap detik bisa saja air mata keluar dan mata ini masih selalu terasa panas.
Saya belum pernah menggenggam orang seerat ini lagi sebelumnya.
Beginikah rasanya ditinggalkan orang baik?
Saya tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan tentunya. Saya sedang berusaha melepaskan dengan damai.


Comments
Post a Comment