Jakarta Mengajarkan Saya Banyak Hal
![]() |
| Pemandangan Monas diambil dari lantai 24 Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Desember 2018 |
Dari setiap pengemudi ojek online malam yang cerita tentang kehidupan mereka
"Wah mbak, seusia anak saya. Anak saya masih kuliah, pintar lagi," kata bapak pengemudi suatu malam. Dari ucapan beliau, pikiran saya melayang jauh ke rumah, ke wajah orang tua saya, seperti merasakan bagaimana orang tua bersyukur atas kelahiran anak-anaknya.
Di lain hari pun pengemudi yang lain bercerita, dalam antaran pulang menuju Stasiun Palmerah. "Mbak, saya tuh sebagai tukang ojek diragukan calon mertua 'tukang ojek penghasilannya enggak tetap lah,' gitu. Padahal mbak, setiap hari saya kerja keras, mau cicil mobil buat pindah ke mobil. Oya, saya juga punya kedai kopi. Saya mau berdayakan orang sekitar agar punya pekerjaan," katanya. Saat itu magrib memang lagi berkumandang, dan pikiran saya melayang-layang, memikirkan nikmat pekerjaan yang sedang saya dustakan.
Jakarta mengajarkan banyak hal,
Tentang kehilangan dan ketidakpastian.
Beberapa kali benda atau pun ketidak pastian nasib di perjalanan jadi tumpuan.
Ah yasudah, ikhlaskan saja, semoga jadi pahala. Toh mengharap surga tidak dosa?
Jakarta mengajarkan saya banyak hal,
Tentang seorang WNA yang mengkomplain pramudi trans karena mobil begitu lama mengantre. Ya seperti inilah sistem yang ada.
Saya juga diajarkan tentang menghargai,
Beberapa kali ingin rasanya membalas kemanjaan seorang perempuan menjelang paruh baya di bus. Yang tidak suka bila bus sempit dan terkena orang. Saya diajarkan untuk toleransi, bahwa di sana juga hidup kepentingan dan hak orang lain.
Jakarta mengajarkan banyak hal,
Betapa setiap malam saya melihat wajah-wajah lelah dari sorot mata mereka. Masker pencegah debu dibalut sebagai topeng sederhana introversasi diri. Dan saya salah satu pengenanya.
Terkadang saya bertanya-tanya, sungguh keberkahan dan kebahagiaan bagi mereka yang bekerja dengan segenap jiwa dan raga. Mereka yang tetap berusaha berdiri, walaupun mungkin tekanan pekerjaan, patah hati, masalah keluarga, dan hutang sedang menghantui mereka
Jakarta mengajarkan banyak hal,
Salah satunya tentang hal banyak


Comments
Post a Comment